Minggu, 10 Juli 2016

SMART CITY DI INDONESIA

Sebelum kita membicarakan Smart city di indonesia kita perlu tau kondisi di indonesia saat ini.Kondisi Berdasarkan data ,Indonesia tahun 2013 adalah sebagai berikut
  1. Populasi penduduk di indonesia 240 juta jiwa
  2. jumlah rumah tangga 60 juta
  3. GDB per kapita USD 3000
  4. Populasi perkotaan 55 %
  5. jumlah pengguna seluler 300 juta
  6. jumlah pc 4 juta
  7. jumlah pengguna internet 80 juta (40 persen dari pengguna mobile)
  8. jumlah pelanggan broadband internet 23 juta (30 mobile internet user)
  9. pertumbuhan ekonomi 5,4 pertahun
Berdasarkan data diatas,indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep smart city . Di indonesia sudah ada beberapa kota yang sudah menerapkan konsep smart city diantaranya:
  1. Bandung
  2. Balikpapan
  3. Makasar 
  4. surabaya

    Bandung
  • Telah terdapat 5000 wifi disetiap ruang public
  • pelayanan public lewat jaringan sosial media seperti twitter
  • setiap dinas memiliki data digital 
  • kartu parkir berbayar
  • smart goverment dengan mengupgread sistem di pemerintahan dari paper ke paperless dengan sistem informasi yang user frendly
  • Bandung akan punya kota pintar yang akan dinamai Bandung Technopolis seluas 400 hektar. Kota pintar di Gede Bage itu nantinya akan menjadi prototipe penerapan smart city di Indonesia

    Balik papan
  • balikpapan didirikan data center terbesar di indonesia
  •  Kota yang berbabis cerdas teknologi ini akan menghasilkan kreativitas digital ( Digital Creative Center) bagi para pengguna teknologi yang ada di Kalimantan timur, khususnya Balikpapan. 
  • Data center di Balikpapan sudah mengalahkan Luas data center yang ada di Surabaya (5.500 m2), sentul (8.000 m2) dan serprong (20.000 m2)

  • Makasar
  • Jalan Layang di Pantai Losari Dari Belakang HGM (Hotel Golden Makassar) ke Depan Fort Rotterdam
  • Smart Hospital, menambahkan perangkat sensor pada pasien (location tracking devices) dan papan status yang ditempatkan diruang tunggu untuk melacak keberadaan pasien (electronic status board)
  •  Smart Parking Censor Platform, fitur mengisi bensin dan menambahkan fitur cuci kendaraan dan service
  • Balikpapan, Telkom juga berencana membangun pusat kreativitas digital (digital creative center), sebagai fasilitas berbasis teknologi canggih.
  • 1.000 titik akses koneksi internet berbasis wireless melalui @wifi.id di berbagai lokasi di Balikpapan

    Surabaya
·          
    • Kota Surabaya adalah kota yang memenangkan ajang  Smart City Award 2011 yakni Smart Environment, Smart Living, dan Smart Governance.
    • Di Surabaya banyak terdapat open space, bahkan surabaya sudah meningkatkan ruang terbuka hijau menjadi 40%. Salah satu taman di surabaya membuat kota Surabaya mendapat penghargaan dari adiwiyata dan taman terbaik di Asia.
    • pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ekploratoris yang berbekal sedikit teori dan mengeksplorasi fenomena kasus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses pembangunan Kota Surabaya menuju Smart City
DIPOSKAN OLEH STI 0 KOMENTAR 
Contoh Fasilitas Kota Berkonsep Smart City

Teknologi modern serta perencanaan kota yang ramah lingkungan telah menghasilkan sejumlah inovasi baru. Banyak kota besar di dunia berusaha meningkatkan keseimbangan secara berkelanjutan, yang akan menjadi daya tarik kota itu sendiri. Berbagai macam inovasi berkembang ke berbagai unsur layanan kota pintar. Berikut adalah contoh dari fasilitas kota dengan konsep “Smart City”
  • Perumahan dan Gedung Perkantoran
Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam pengoperasian bangunan dan konstruksi, di beberapa kota telah dilakukan perbaikan pada infrastruktur serta sertifikasi bangunan untuk mengurangi penggunaan listrik dan air. Penggunaan “smart metering” dan “smart building” teknologi membantu memaksimalisasi kontrol penggunaan.Pengaturan kode etik dalam proses pembangunan, standarisasi dan sertifikasi adalah salah satu cara penting untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Banyak kota telah menjalankan program pengawasan kodeetik dan standar dalam proses pembangunan dan renovasi gedung.
  • Pengelolaan sumber daya alam
Dalam hal pasokan dasar sumber daya alam, banyak kota yang bekerja keras untuk mengurangi intensitas karbon dari energi yang digunakan masyarakat serta meningkatkan efektifitas, efisiensi pasokan dan jaringan distribusi.Berbagai sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, angin, sampah, ombak, matahari, dan panas bumi akan menjadi sumber energi penting. Pada tahun 2010, lebih dari 100 negara telah menetapkan target untuk energi terbarukan, naik dari hanya 55 negara pada tahun 2005. Sampai tahun 2020 penggunaan energi terbarukan ditargetkan sekitar 15% hingga 25%, tetapi ada beberapanegara sudah melampaui target ini
  • Kesehatan dan keselamatan
Teknologi informasi dan telekomunikasi secara inovatif telah mengubah kemampuan kota untuk menyediakan.pelayanan kesehatan jarak jauh kepada masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di panti jompo dan daerah terpencil.Penerapan teknologi modern merupakan bagian terpenting dari proyek ini.Beberapa pasien dilengkapi dengan perangkat yang dapat mengukur tekanan darah dan glukosa darah secara otomatis, menggunakan sebuah televisi “set-top box” yang berfungsi sebagai computer yang mampu meng-upload hasil tes ke Service Center Telecare.Para perawat kemudian menganalisa hasil diagnosa tersebut dan merekomendasikan perawatan yang diperlukan.Salah satu manfaat dari program ini adalah bahwa pasien tidak harus meninggalkan tempat tinggalnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.
  • Pendidikan dan budaya

Model pelayanan pendidikan pada kota pintar (Smart City) baik negeri maupun swasta, diterapkan terutama menggunakan teknologi modern. Termasuk penyediaan fasilitas untuk kegiatan rekreasi dan kebudayaan seperti :musik, teater, olahraga dan kegiatan rekreasi lainnya. Tidak kalah pentingnya, pendidikan dalam konteks Kota Pintar (Smart City) adalah kebutuhan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan, dimana akan terjadi perubahan perilaku untuk menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan keseluruhan aspek keberlanjutan dan kesehatan lingkungan kota.
DIPOSKAN OLEH STI 0 KOMENTAR 
Karakteristik Aplikasi Berbasis Smart City


·         Sensible
--> melakukan sensor
--> WSN , GIS.
·         Connectable
--> sensor terhubung ke aplikasi dan pengguna melalui jaringan komputer.
·         Ubiquitous
--> dapat diakses kapanpun dan dimanapun , mobile
·         Sociable
--> terhubung satu sama lain
--> social media,  social network
·         Shareable
--> berbagi informasi ke jejaring.
·         Visible/Augmented
--> informasi diakses secara fisik
--> Augmented reality



6 Level Penerapan Smart City (menurut Prof Suhono STEI ITB)
1.      Level 0 --> masih kota biasa , ada potensi menjadi Smart City.
2.      Level 1 --> mulai menjadi Smart City --> tersedia internet secara menyeluruh.
3.      Level 2 --> setiap kota saling terhubung --> MAN (Metropolitan Area Network)
4.      Level 3 --> open information dan open data ( bertukar informasi / data ) antar kota secara online 
5.      Level 4 --> tiap kota memiliki informasi penting tersendiri dan nilai penting didalamnya.
Level 5 --> integrasi yang baik antar kota --> kombinasi dari level 2,3,4.
DIPOSKAN OLEH STI 0 KOMENTAR 
Banyak  faktor  yang  membuat  smart  city  ini  menjadi  sukses  di  beberapa negara berkembang, selain inisiatif yang membuat smart city ini berhasil faktor lain yaitu :

1.      Manajemen dan Organisasi
Suatu organisasi harus memiliki manajemen yang terstruktur agar organisasi  tersebut  berjalan  baik,  seimbang  dan  lancar.  Dalam  hal  ini  factor  organisasi  dan manajemem  merupakan  factor  yang  menentukan  kemajuan  terciptanya  smart  city, karena  manusia  yang  membuat  tujuan  dan  manusia  pula  yang  melakukan  proses untuk mencapai tujuan.
2.      Teknologi
Sebuah  smart  city  sangat  bergantung  pada  smart  computing.  Smart computing mengacu pada generasi baru hardware, software dan jaringan teknologi  yang menyediakan system IT yang real-time. Dengan analisis yang baik dan secara  mendalam  dapat  membantu  penduduk  membuat  keputusan  yang  lebih  pintar  yang  diiringi dengan tindakan yang dapat mengoptimalkan proses bisnis.
Teknologi informasi merupakan sebuah pendorong utama bagi inisiatif smart  city.  Proyek  pembangunan  smart  city  dengan  mengacu  pada  teknologi  informasi  dapat  mengubah  sejumlah  peluang  yang  potensial,  mereka  dapat  meningkatkan  manajemen  dan  fungsi  kota.  Namun,  meskipun  banyak  manfaat  dari  teknologi tersebut dampaknya masih belum terlihat jelas, karena terdapat kesenjangan social bagi penduduk yang tinggal di pedesaan yang belum mendapatkan fasilitas tersebut.
Maka  dari  itu  pemerintah  kota  harus  banyak  mempertimbangkan  faktor-faktor tertentu  ketika  mengimplementasikan  teknologi  informasi  yang  berkaitan  dengan sumber  daya,  kapasitas,  dan  hal-hal  yang  berkaitan  dengan  kesenjangan  social nantinya.

3.      Pemerintahan
Beberapa kota di Negara berkembang sudah memulai proyek pembangunan  smart city yang inisiatif. Proyek ini disebut inisiatif smart city untuk melayani warga dan  untuk  meningkatkan  kualitas  hidup  mereka.  Dengan  demikian,  beberapa  kota telah merasakan peningkatan kebutuhan pemerintahan untuk mengelola proyek. Dukungan  dari  pemerintah  juga  merupakan  salah  satu  factor  yang  penting untuk  kemajuan  smart  city.  Karena  tanpa  dukungan  pemerintah  impian  untuk mewujudkan smart city akan sulit untuk diwujudkan.

4.      Kebijakan
Perpindahan  dari  sebuah  kota  biasa  menjadi  smart  city   memerlukan interaksi komponen teknologi dengan politik dan kelembagaan. Komponen politik  mewakili  berbagai  elemen  dan  tekanan  eksternal,  seperti  kebijakan  politik  yang mungkin  mempengaruhi  ide  dari  pembuatan  smart  city.  Konteks  kebijakan  sangat penting  bagi  pemahaman  dari  penggunaan  system  informasi.  Pemerintah  yang inovatif yang ikut serta dalam membangun smart city menekankan perubahan dalam suatu kebijakan.

5.      Masyarakat
Masyarakat  merupakan  bagian  penting  dari  terciptanya  smart  city,  karena dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang dulu mulai ditinggalkan. Proyek  smart city berdampak pada kualitas hidup warga dengan tujuan menjadikan sebuah kota menjadi  lebih  efisien.  Masyarakat  juga  dituntut  untuk  ikut  berpartisipasi  dalam pengelolaan  dan  penyelenggaraan  kota,  serta  menjadi  pengguna  kota  yang  aktif. Masyarakat juga adalah factoryang paling menentukan keberhasilan atau kegagalan terciptanya smart city.
6.      Ekonomi
Faktor  ekonomi  merupakan  pendorong  utama  smart  city.  Sebuah  kota  dengan  daya  saing  ekonomi  yang  tinggi  dianggap  memiliki  salah  satu  sifat  smart city.  Faktor  ekonomi  termasuk  salah  satu  daya  saing  inovasi,  kewirausahaan,  dan produktivitas dari kota tersebut.
7.      Infrastruktur
Infrastruktur memegang peranan penting dalam membuat smart city. Karena smart  city  dibangun  berdasarkan  infrastruktur  ICT  seperti  wi-fi  dan  hotspot. Pembangunan  infrastuktur  ICT  merupakan  hal  yang  mendasar  dalam  melakukan pembangunan  smart  city.  Pembangunan  infrastruktur  tergantung  pada  beberapa factor yang terkait untuk kinerja dan ketersediannya.
8.      Lingkungan

Factor  lingkungan  dianggap  sebagai  factor  yang  mempengaruhi  kemajuan  smart city karena nantinya lingkungan sebuah kota menggunakan teknologi dalam menjalani kelangsungan hidup masyarakatnya
DIPOSKAN OLEH STI 0 KOMENTAR 
Ada 6 Dimensi smart city, yaitu
1.      smart economy
smart economy atau ekonomi cerdas mencakup inovasi dan persaingan, jika semakin banyak inovasi-inovasi baru yang dikembangkan maka akan menambah peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.
Meningkatnya jumlah pelaku usaha mengakibatkan persaingan pasar menjadi semakin ketat. Sehingga inovasi-inovasi baru perlu diciptakan untuk mempertahankan eksistensi bisnis pelaku usaha tersebut.

2.      smart mobility
Smart mobility termasuk pada transportasi dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur diwujudkan melalui penguatan system perencanaan infrastruktur kota, pengembangan aliran sungai, peningkatan kualitas dan kuantitas air bersih, pengembangan system transportasi, pengembangan perumahan dan permukiman, dan peningkatan konsistensi pengendalian pembangunan infrastruktur.
Dengan ketersediaan sarana/prasarana transportasi dan infrastruktur yang memadai akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

3.       smart environment (lingkungan)
Lingkungan pintar berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak,bagi masyarakat dan public. Menurut undang-undang tentang penataan ruang, mensyaratkan 30 % lahan perkotaan harus difungsikan untuk ruang terbuka hijau baik privat maupun public. Lingkungan yang bersih tertata merupakan contoh dari penerapan lingkungan yang pintar.

4.      smart people (kreativitas dan modal)
Pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi (economic capital), modal manusia (human capital) maupun modal sosial (social capital). Kemudahan akses modal dan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan usahanya.
Modal sosial termasuk seperti kepercayaan, gotong royong, toleransi, penghargaan, saling memberi dan saling menerima serta kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti meningkatnya rasa tanggungjawab terhadap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat kejahatan. Tata nilai ini perlu dipertahankan dalam kehidupan sosial masyarakat smart city.

5.      smart living (kualitas hidup)
Berbudaya, berarti bahwa manusia memiliki kualitas hidup yang terukur (budaya). Kualitas hidup tersebut bersifat dinamis, dalam artian selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian budaya pada manusia, secara langsung maupun tidak langsung merupakan hasil dari pendidikan. Maka kualitas pendidikan yang baik adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau budaya yang berkualitas merupakan hasil dari pendidikan yang berkualitas.

6.      smart governance (pemberdayaan dan partisipasi)
Kunci utama keberhasilan penyelengaraan pemerintahan adalah Good Governance. Yaitu paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai dan prinsip “desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab, dan berdaya saing”.

Keberpihakan pemerintah daerah perlu ditingkatkan untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengejar ketinggalan pembangunan. Hal yang dapat dilakukan adalah membangun wilayah-wilayah tertinggal melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterkaitan antara wilayah tertinggal dengan wilayah-wilayah pusat kota serta mengelola dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya yang ada
Smart city merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tek terduga sebelumnya
Smart city merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan Smart City, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis gadget. Melalui gadgetnya,secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain.


Konsep smart city:
1.Sebuah  kota  berkinerja  baik  dengan  berpandangan  ke  dalam  ekonomi, penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup
2.Sebuah  kota  yang  mengontrol  dan  mengintegrasi  semua  infrastruktur termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan,  komunikasi,  air,  listrik,  dan  pengelolaan  gedung. Dengan begitu  dapat  mengoptomalkan  sumber  daya  yang  dimilikinya  serta merencanakan  pencegahannya.  Kegiatan  pemeliharaan  dan  keamanan dipercayakan kepada penduduknya.
3.Smart  city  dapat  menghubungkan  infrastuktur  fisik,  infrastruktur  IT, infrastruktur  social,  dan  bisnis  infrastruktur  untuk  meningkatkan kecerdasan kota.
4.Smart city membuat kota lebih efisien dan layak huni
5.Penggunaan smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya  meliputi  pendidikan,  kesehatan,  keselamatan  umum,  transportasi  yang  lebih cerdas, saling berhubungan dan efisien.


SGDS

Sustainable Development Goals

Sustainable Development Goals adalah goal dan indikator yang di gunakan oleh negara anggota PBB (United Nations) untuk merancang agenda dan kebijakan politik mereka untuk 15 tahun kedepan.
SDG merupakan langkah lanjutan dan perkembangan dari Millenium Development Goals, yang telah di sepakati oleh pemerintahan dari berbagai Negara pada tahun 2001 dan kesepakatan tersebut berakhir pada akhir tahun 2015 lalu.

Apa aja sih 17 goal yang ada di SDG?
1) End poverty in all its forms everywhere
2) End hunger, achieve food security and improved nutrition, and promote sustainable agriculture
3) Ensure healthy lives and promote wellbeing for all at all ages
4) Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all
5) Achieve gender equality and empower all women and girls
6) Ensure availability and sustainable management of water and sanitation for all
7) Ensure access to affordable, reliable, sustainable and modern energy for all
8) Promote sustained, inclusive and sustainable economic growth, full and productive employment, and decent work for all
9) Build resilient infrastructure, promote inclusive and sustainable industrialisation, and foster innovation
10) Reduce inequality within and among countries
11) Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable
12) Ensure sustainable consumption and production patterns
13) Take urgent action to combat climate change and its impacts (taking note of agreements made by the UNFCCC forum)
14) Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development
Advertisement
15) Protect, restore and promote sustainable use of terrestrial ecosystems, sustainably manage forests, combat desertification and halt and reverse land degradation, and halt biodiversity loss
16) Promote peaceful and inclusive societies for sustainable development, provide access to justice for all and build effective, accountable and inclusive institutions at all levels
17) Strengthen the means of implementation and revitalise the global partnership for sustainable development

Gimana sih cara pemilihan 17 goal tadi?
Tidak seperti MDGs yang disusun oleh sekelompok orang di markas PPB di New York Amerika Serikat (seperti rumor yang beredar), PBB telah mengadakan program perundingan terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarahnya, untuk mengetahui opini publik goal apa saja yang harus ada dalam SDGs.
Penetapan goal pasca tahun 2015 merupakan hasil dari United Nations Conference on Sustainable Development di Rio de Janeiro Brazil 20 – 22 Juni 2012 yang di tujukan untuk membentuk kelompok kerja terbuka untuk membuat konsep agenda SDGs.
Kelompok kerja tersebut beranggotakan perwakilan dari 70 negara, mereka mengadakan pertemuan pertama pada bulan Maret 2013 dan mempublikasikan konsep akhir untuk SDG pada bulan Juli 2014. Konsep tersebut dipresentasikan pada Sidang Umum PBB pada bulan September 2014. Lalu dilanjutkan dengan negosiasi Negara anggota PBB, penetapan goal dan target akhir , preambule dan deklarasinya disepakati pada bulan Agustus 2015.
Sepanjang proses diskusi kelompok kerja terbuka PBB juga melaksanakan “Global Conversation”. Ini termasuk 11 tematik dan 83 perundingan nasional, survey dari pintu ke pintu. PBB juga mengadakan survey online “My World Survey” untuk menanyakan prioritas publik pada goal yang ada di SDGs. Hasil dari “Global Conversation” tersebut di diskusikan kembali di dalam kelompok kerja terbuka.

Gimana sih cara mengukur keberhasilan goal SDGs?
Indikator keberhasilan goal SDG masih dalam tahap perundingan oleh para ahli. Setiap indicator sedang di uji untuk kelayakan, kesesuaian dan relevansi, kira-kira ada 2 indikator keberhasilan untuk setiap goal SDGs. Di perkirakan indikator keberhasilan tersebut akan di finalisasi pada bulan Maret tahun 2016 ini.

MGDS

Millineum Development Goals


Tujuan Pembangunan Milenium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.[1] Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah tujuan pembangunan dalam Milenium ini (MDG), sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan.[2] Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 , dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015.
Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara:

1.    Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
Pendapatan populasi dunia sehari $10000.

2.    Menurunkan angka kemiskinan.
Mencapai pendidikan dasar untuk semua Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar.

3.    Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.

4.    Menurunkan angka kematian anak
Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.

5.    Meningkatkan kesehatan ibu
Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.

6.    Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.

7.    Memastikan kelestarian lingkungan hidup
Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.
Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah o         rang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.
Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
8.    Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunanMengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang. Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda. Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical", menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang Dalam kerja sama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia
Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. Pemerintah Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut. Tujuan Tujuan Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan pencapaian tujuan MDGs, mengukur, dan menganalisis kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan, sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan ini. Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015, Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang
Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Walaupun mengalamai kendala, namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerja sama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerja sama dan implementasinya pada masa depan. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik

SMART LIFE

Smart life merupakan sebuah paradigma gaya hidup yang lebih mengutamakan kecermatan, kepraktisan, dan kreativitas suatu masyarakat.
Menurut Ossiatzki (konsultan arsitek design) “Konsep smart living intinya merupakan konsep tempat tinggal yang tak hanya berpusat pada estetika, namun juga kondisi sang pemilik dan lingkungan sekitarnya”.

Konsep dari smart life ini mencakup beberapa aspek, yaitu:
1. Kenyamanan
    Suatu wilayah harus membuat masyarakatnya merasa nyaman dengan keadaan lingkungan di suatu wilayah tersebut.
2. Keamanan
    Masyarakatnya harus merasa nyaman pada suatu lingkungan agar dapat terciptanya smart life
3. Efisien
    Segala sesuatu harus dilakukan secara efisien dan mudah untuk di mengerti
4. Sehat
    Hidup sehat merupakan salah satu dari kriteria masyarakat pintar pada suatu wilayah

Smart life merupakan salah satu komponen dari smart city yang sangat penting.
Penerapan smart city di negara maju seperti jepang dan belanda yang sekarang sudah menganut sistem smart life


SMART PEOPLE


SMART PEOPLE ADALAH SALAH SATU DIMENSI PENTING DARI SMART CITY, SMART PEOPLE TERSEBUT DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI MASYARAKAT YANG BERPATISIPASI SECARA LANGSUNG DEMI TERCIPTANYA SMART CITY.
MODAL SOSIAL DALAM SMART PEOPLE TERHADAP SMART CITY SANGAT TERPENGARUH BESAR MELALUI:
1. MENINGKATNYA RASA TANGGUNG JAWAB  TERHADAP KEPENTINGAN PUBLIK 
2. MELUAS PARTISIPASI DALAM PROSES DEMOKRASI 
3. MENGUATNYA SERASIAN, DAN MENURUNNYA KEJAHATAN.
Dalam proses penerapannya smart people ini dapat berbentuk komunitas-komunitas maupun organisasi-organisasi masyarakat turut mendukung konsep smart city maupun individu-individu yang mempunyai gagasan yang kreatif untuk mewujudkan perkembangan smart city, individu tersebut bisa berupa city leader ataupun forward thingkers.

 Sebagai contoh komunitas pecinta lingkungan(greenpeace) :


Komunitas ini bergerak dalam rencana melindungi alam sekitar demi keselarasan juga masa depan yang lebih baik. Komunitas ini adalah salah satu contoh dari “smart people” mengingat penerapan smart city bukan hanya dalam bentuk fisik saja tetapi harus ada dukungan dari masyarakat agar mengerti apa yang harus mereka lakukan dengan bentuk fisik kota yang sudah ada.
Butuh banyak orang-orang yang kreatif untuk mendukung terciptanya smart city dan diberi perhatian dan dikembangkan agar lebih banyak lagi masyarakat yang ikut partisipasi dalam perencanaan kota sehingga pembangunan kota tidak sia-sia. 


SMART ENVIRONMENT

Mendefinisikan Smart Environment sebagai " dunia kecil di mana berbagai jenis perangkat pintar terus bekerja untuk membuat hidup penduduk ' lebih nyaman ’ . " Smart Environment bertujuan untuk memenuhi pengalaman individu dari setiap lingkungan , dengan mengganti pekerjaan berbahaya , pekerjaan fisik , dan tugas yang berulang dengan agen otomatis . Poslad membedakan tiga macam Smart Environment untuk sistem , layanan dan perangkat lingkungan virtual ( atau didistribusikan ) komputasi , lingkungan fisik dan lingkungan manusia , atau kombinasi hibrida ini :

      Lingkungan komputasi virtual memungkinkan perangkat pintar untuk mengakses layanan terkait di mana saja dan kapan saja. Lingkungan fisik dapat tertanam dengan berbagai perangkat pintar dari berbagai jenis termasuk tag , sensor dan controller dan memiliki faktor bentuk yang berbeda mulai dari nano ke mikro ke makro berukuran .

      Manusia lingkungan : manusia , baik secara individual maupun kolektif , secara inheren membentuk lingkungan cerdas untuk perangkat . Namun, manusia mungkin sendiri disertai dengan perangkat pintar seperti ponsel , menggunakan perangkat permukaan - mount ( komputasi dapat dipakai ) dan mengandung embedded device ( misalnya , alat pacu jantung untuk mempertahankan operasi jantung sehat ) .

      Penererapan Smart Environment telah dilakukan di berbagai negara, antara lain adalah di kota kota di Jepang, dan kota-kota di benua Eropa. Applikasinya adalah dengan menyapu jalan yang bukan lagi menggunakan tenaga manusia seutuhnya, melainkan melalui teknologi yang manusia hanya sebagai operatornya. Kendaraan ini bernama X-CAV. Kendaraan ini dirancang menggunakan penghisap sampah pada bagian bawahnya, dan memiliki keunikan karena dapat menyesuaikan dengan lebar jalan.



                                                   (mobil penyapu jalan X-CAV)

      Yang kedua adalah penginformasian keadaan lingkungan secara digital, yang telah ada di berbagai dunia. Trmasuk Indonesia, alat ini menjadikan informasi keadaan keadaan lingkungan mulai dari tingkat polusi, suhu, kelembapan, prakiraan cuaca, dan sebagainya dapat diakse secara mudah, biasanya ditempatkan di tempat-tempat strategis.



                                  (Alat informasi keadaan lingkungan secara digital)

       Permasalahan lingkungan yang terjadi saat sekarang ini disebabkan oleh dua hal yaitu: pertama, karena kejadian alam yang harus terjadi sebagai sebuah proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, sebagai akibat dari perbuatan manusia. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan menimbulkan kerusakan yang akhirnya juga mengancam eksistensi manusia. Berkaitan dengan hal ini Alloh berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“ (QS  30:41).

      Islam sebagai Rahmatan lil’alamin telah mengatur adab terhadap lingkungan. Hal ini dapat kita temukan dalam banyak keterangan, sejarah serta aktivitas ibadah maghdah. Yang paling jelas adalah refleksi kesadaran lingkungan dalam ibadah haji. Ketika mulai berihram atau memasuki tanah Haram, jemaah haji atau manusia tidak diperkenankan menyakiti binatang, menumbangkan pepohonan, bahkan memetik rumput sekalipun (Republika, 2007).  Konsep pelestarian lingkungan juga telah diaplikasikan oleh Rosululloh dengan  memperkenalkan kawasan lindung (hima’), yakni suatu kawasan yang khusus dilindungi pemerintah atas dasar syari’at guna melestarikan kehidupan liar di hutan. Nabi pernah mencagarkan kawasan sekitar Madinah sebagai hima’ guna melindungi lembah, padang rumput dan tumbuhan yang ada di dalamnya. Selain hima’, Islam juga memperkenalkan konsep ihya’ul mawat, yakni usaha mengelola lahan yang masih belum bermanfaat menjadi berguna bagi manusia.


      Dari uraian di atas, terlihat bahwa Islam memiliki perspektif lingkungan yang sangat kuat yang tidak hanya ada dalam tataran normatif tetapi juga telah dicontohkan Rasulullah selama perjalanan risalahnya. Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan lingkungan pada umat Islam akan memberikan andil besar dalam mencegah perusakan lingkungan lebih jauh bahkan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.  Sebagai unit sosial terkecil, keluarga memegang peran yang penting dalam pendidikan lingkungan. Dalam hal ini seorang ibu sebagai pendidik utama anak-anaknya dapat berkontribusi sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan dalam keluarga. Hal ini bisa dilakukan dengan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana misalnya menghemat air, menyayangi binatang, membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon, mematikan alat  elektronik dan lampu ketika tidak digunakan, dll. Hal-hal kecil yang dapat berdampak besar apabila dilakukan secara berjamaah.

SMART ECONOMY

Smart Economy
Smart City sering kita dengar akhir akhir ini di media massa. Istilah ini sangat luas artinya dan menjadi payung dari banyak interpretasi (dan definisi). Di Wikipedia sendiri tidak kurang ada 8 definisi yang masing masing membahas dari konteks kepentingannya masing masing. Definisi paling dasar dari Smart City yang saya pribadi setuju adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan performansi kota, yang didalamnya adalah meningkatkan harkat martabat manusia sebagai mahkluk sosial dan juga mereduksi biaya / konsumsi energi kota. Reduksi biaya dalam artian adalah proses proses dalam hidup bermasyarakat di kawasan urban berjalan secara efektif dan efisien.

Bandung sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia juga mendeklarasikan niatnya untuk menuju kota pintar. Walikota Bandung, Kang RK, mencanangkan suatu ukuran yang dinamakan indeks kebahagiaan sebagai acuan kesuksesan program Smart City yang akan diusung. Terdapat beberapai aspek dalam Smart City seperti smart governance, smart economy, smart mobility, smart health, smart energy dan lain lain. Orang awam akan bertanya tanya karena Smart City ini muncul dari penggunaan teknologi TIK, apa bedanya dengan smart health dengan e-health, smart governance dengan e-governance dan lain lain. Menurut saya ‘smart’ lebih canggih dari ‘e-‘, yang biasanya merupakan istilah bahwa entitas sudah mengadopsi sistem digital / elektronik atau digitalisasi proses. Sedangkan smart lebih ke kemampuan untuk memodelkan dan memprediksi sehingga menghasilkan alur kerja yang lebih produktif dan kalau perlu smart artinya bisa sistem bisa mengambil keputusan sendiri (machine learning)

Di entry ini saya tertarik membahas Smart Economy, dengan pertanyaan besarnya adalah bagaimana TIK bisa jadi media untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kota. Kuncinya adalah dengan menggunakan TIK maka peluang untuk membentuk jaringan sosial yang baru terbuka sangat lebar. Generasi muda sangat aktif menggunakan media sosial membuat mereka mempunyai akses informasi yang besar, jaringan sosial yang luas, sehingga menjangkau audiens yang lebih luas. Pemanfaatan potensi ini untuk mendukung kewirausahaan (technopreneur) akan sangat positif. Dengan akses terhadap TIK yang merata pada warga kota, seperti tersedianya akses internet cepat dan murah, kecilnya gap warga terhadap teknologi baru, maka akan membuat aktivitas ekonomi menjadi bergairah dengan mudahnya melihat potensi bisnis yang mendorong kemunculan entrepreneur entrepreneur baru.

Pendapat saya, Smart Economy diringkas menjadi dua hal. Pertama membuka akses informasi yang luas sehingga meningkatkan peluang warga untuk melakukan aktivitas ekonomi yang efektif. Kedua untuk aktivitas bisnis yang sudah berjalan, akan mereduksi biaya operasional lebih minimal, lebih produktif dan tumbuh dalam konteks ’sustainable’. Pertanyaan selanjutnya bagaimana membuat bisnis lebih produktif serta efisien, salah satu jawabannya adalah Datafication, alias mengusahakan semua aktivitas bisnis dapat direpresentasikan dalam bentuk data dan tercatat, untuk itu perlu ‘attitude / SOP’ yang disiplin dalam usaha usaha untuk tertib data (data entry), pengumpulan data, crawling data, data analytics dan lain lain.